I am an architect student just call me Santi, i am just an ordinary woman and I was born in the city of Surabaya, Indonesia ....I'm happy to write my journey in search of the object results photo memories to be made in the future, that my past is future proof. I enjoy a simple life with not too pushy and flowing like water that follows every track. I am a married woman, my husband's an architect and he is very easy going person and fun to the discussion even though sometimes in other respects incompatible. But that's life and I found him as a non-engineered. I really enjoy your art my God.
Setelah berkali-kali aku gagal. Maka aku segera memperalat Fir’un yang berseteru dengan Nabi Allah Musa. Fir’un kukendalikan untuk meminta doa mengalahkan Musa dalam peperangan.Karena doa Bal’an sangat ampuh. Sekarang berdoa, seketika itu juga Tuhan akan mengambulkan.
Aku tersenyum. Aku memaklumi jalan pikiran Domokus. Sebagai paranormal, memang rata-rata tak berwawasan jauh kecuali apa-apa yang telah diterimanya melalui indra keenam mereka yang telah ditunggangi Jin Iffrit.
Agama hanya merupakan pemoles atau pemanis dari sekian kebutuhan hidupnya. Agama kurang lebih hanya sebagai kebutuhan sekunder belaka, kecuali untuk beberapa gelintir manusia saja.
Kalau jebakan itu kandas, segera terapkan strategi berikutnya. Jebak mereka melalui perbuatan-perbuatan dosa besar. Seret mereka keperbuatan zina, manipulasi, korupsi, menindas orang lain atau durhaka kepada kedua orangtuanya. Jadikan zina sebagai mode pergaulan masyarakat masa kini.
Iblis merencanakan untuk menjatuhkan martabat manusia
PHENOMENON
Berkas-berkas itu membuatku semakin hati-hati bertindak. Sebagai makhluk terkutuk memang jarang aku terikat oleh disiplin dan keteraturan. Gasak dulu baru berpikir resiko itu sifat dasarku. Namun, setelah sekian lamanya aku tak juga bersua dengan bakal musuh mulai timbul kekesalan dan penyesalan. Ya, mengapa dahulu aku tidak langsung menghantam orang itu, malah membuat ulah menyaru sebagai Zalbak.
“Sesungguhnya berkas-berkas itu sudah berbicara banyak. Itu semua adalah kebusukkan akibat permainan politik. Artinya, kita tak sedang berhadapan dengan sebuah potret hitam-putih. Zaman, semakin maju. Para pelaku zaman tidak mutlak mewakili peran yang dimainkan. Acapkali mereka yang berperan sebagai tokoh baik dan bersih, namun sesungguhnya merekalah yang lebih pantas disebut cecunguk, pengkhianat, pendusta, dan tiran. Sebaliknya, mereka yang menjadi tertuduh sebagai kaum anarkis, pemberontak dan pengkhianat, justru merupakan pihak yang bersih dan pembela kebenaran.”
Pada akhirnya kedua penjaga pos itu mau melaksanakan tugas yang aku berikan. Dengan ancaman akan ku pecat jika tidak mau melaksanakan perintahku, terserah mau di apakan kedua kepala manusia yang sudah terpotong itu, dibuang atau di kubur atau bisa juga untuk bekal makan kedua penjaga pos tolol itu.
Namun aku tak cemas. Kehadiran orang-orang dengan kualitas semacam itu, tak akan banyak menghambat rencana operasionalku. Aku telah banyak mengukir kemenangan di setiap kurun zaman. Hampir setiap orang suci mengenal siapa aku.
Kalau benar cerita Morgin itu, berarti kini aku sedang berhadapan dengan seorang tokoh yang sama sekali asing. Tortotor : Ya, sebuah nama dengan sebuah misteri.
Aku berdiri termangu-mangu. Pikiranku terus mengelana.
Mereka akan mengembangkan teknologi yang bisa mengurai, misalnya dari sari-sari buah-buahan, sehingga menjadi dan mempunyai keempat unsur tersebut. Atau dari sari-sari buah-buahan itu di proses secara kimiawi agar menjadi zat-zat anorganis seperti yang disebutkan Al Quran.”
Tiba-tiba sebuah letusan mengakhiri pergulatan. Kiranya salah seorang anak buah Zalbak telah menembak pencegat itu. Pelan-pelan Morgin melihat orang malang itu berkelanjutan.
Dan kemudian ia melihat orang itu luruh bagaikan kain basah. Tubuhnya terjengkal ke aspal jalan dalam keadaan mampus.
katanya dingin. “Pada suatu malam, kubawa anakku menemuinya di taman kota. Kemudian, ia membawanya ke sebuah tanah lapang. Tempat itulah, aku semakin yakin, bahwa tindakanku itu benar!”